Loading...

Jumat, 22 April 2011

makalah media pembelajaran

BAB I
PENDAHULUAN

A.    PENGANTAR

Peranan media didalam proses pendidikan adalah alat yang dapat membantu proses belajar mengajar yang berfungsi memperjelas makna pesan yang disampaikan sehingga tujuan proses belajar mengajar dapat tercapai dengan sempurna. Media berperan sebagai perangsang belajar dan dapat menumbuhkan motivasi belajar  sehingga peserta didik tidak bosan dalam meraih tujuan-tujuan belajar.
Apapun yang disampaikan oleh pendidik mesti menggunakan media, paling tidak yang digunakan adalah media verbal yang berupa kata-kata yang diucapkan dihadapan peserta didik.
Segala sesuatu yang terdapat di lingkungan sekolah, baik berupa manusia ataupun bukan manusia yang pada permulaanya tidak dilibatkan dalam proses belajar mengajar, setelah dirancang dan dipakai dalam kegiatan tersebut, lingkungan itu berstatus media sebagai alat perangsang belajar.
Dalam pengajaran media sangat diperlukan untuk membantu efektivitas dan efisiensi pengajaran. Karenanya pendidik harus dapat memilih media pengajaran yang tepat guna dan tepat sasaran. Karena pada dasarnya penggunaan media pengajaran bertujuan untuk :
1.      Memberi kemudahan kepada peserta didik untuk memahami materi pelajaran.
2.      Memberikan pengalaman belajar yang berbeda dan bervariasi.
3.       Menumbuhkan sikap dan keterampilan dalam penggunaan teknologi.
4.      Menciptakan situasi belajar yang tidak mudah dilupakan.

B.     PENGERTIAN MEDIA PEMBELAJARAN

Kata media berasal dari bahasa Latin medius yang berarti tengah,perantara atau pengantar. Media adalah alat perantara atau pengantar didalam melakukan proses pengajaran. Sedangkan pengajaran ialah suatu kegiatan yang menyangkut pembinaan anak dari segi kognitif dan psikomotor, yaitu agar peserta didik lebih banyak pengetahuannya, lebih cakap berpikir kritis, sistematis dan objetif serta terampil dalam mengerjakan menulis, membaca, berenang berlari dan sebagainya. Menurut KH. Dewantara pengajaran itu adalah bagian dari pendidikan.
Mendidik adalah melaksanakan berbagai usaha untuk menolong peserta didik dalam menuju kedewasaannya. Salah satunya dilakukan dengan cara mengajar. Dengan adanya media pengajaran maka memudahkan peserta didik didalam menerima pesan dan informasi dari pendidik.
 Media dalam proses pembelajaran  diartikan sebagai alat-alat grafis, fotografis atau elektronis untuk menangkap, memproses dan menyusun kembali informasi visual atau verbal. Media yang dipergunakan dalam mengajar disebut juga dengan media pengajaran. Karena pengajaran bagian dari kegiatan pembelajaran maka media pengajaran sering juga disebut dengan media pembelajaran.
Gagne mengartikan media sebagai berbagai jenis komponen dalam lingkungan peserta didik yang dapat merangsang atau memberi stimulus pada peserta didik untuk belajar.
 Menurut Tim LPM DKI Jakarta : media pembelajaran adalah segala sesuatu yang dapat digunakan untuk menyampaikan pesan atau informasi dalam proses belajar mengajar sehingga dapat merangsang perhatian dan minat peserta didik dalam belajar.
Dengan demikian media pembelajaran adalah alat yang dapat digunakan untuk menyampaikan informasi dan pesan-pesan pengajaran dari sumber belajar yaitu pendidik kepada peserta didik agar proses pembelajaran dapat berjalan dengan efektif dan efisien.
Sedangkan dalam akivitas pembelajaran media dapat diartian sebagai sesuatu yang dapat membawa informasi dan pengetahuan dalam interaksi yang berlangsung antara pendidik dengan peserta didik.

C.     FUNGSI MEDIA DALAM PEJARAN

Dalam kegiatan pengajaran yang dilakukan oleh pendidik. Media pengajaran memiliki fungsi sebagai berikut :
1.      Sebagai alat bantu.
2.      Sebagai sumber belajar.
3.      Menarik perhatian siswa.
4.      Mempercepat proses belajar mengajar.
5.      Mempertinggi mutu atau kwalitas belajar.
Sedangkan menurut TIM LPM DKI Jakarta, fungsi media pengajaran adalah sebagai berikut :
1.      Menciptakan situasi pembelajaran yang efekif.
2.      Bagian integral dari keseluruhan pembelajaran.
3.      Meletakkan dasar-dasar yang konkrit dan konsep yang abstrak sehingga dapat mengurangi verbalisme.
4.      Membangkitkan motivasi belajar.
5.      Mempertinggi mutu pembelajaran.

D.    MANFAAT MEDIA PEMBELAJARAN
Banyak manfaat yang diperoleh dari menggunakan media pengajaran dalam mengajar, diantaranya ialah :
1.      Bahan pelajaran akan lebih jelas dan lebih mudah dipahami oleh para peserta didik serta dapat menguasai tujuan pengajaran lebih baik.
2.      Metode mengajar akan lebih bervariasi, sehingga peserta didik tidak bosan dan pendidiknya pun tidak kehabisan tenaga apabila harus terus menerus mengajar untuk setiap jam pelajaran yang berbeda secara bergantian.
3.      Akan lebih banyak kegiatan belajar sebab selain mendengarkan tapi juga peserta didik bisa mengamati, melakukan demonstrasi, diskusi dan lain-lain.
4.      Pengajaran akan lebih menarik perhatian peserta didik sehingga dapat menumbuhkan motivasi belajar.
5.      Memperjelas penyajian pesan agar tidak terlalu bersifat verbalitis.
6.      Mengatasi keterbatasan ruang, waktu dan daya indera.
E.      PEMILIHAN MEDIA PEMBELAJARAN

Dalam memilih media harus diperhatikan hal-hal sebagai berikut :
1.      Obyektivitas yaitu pilihan didasarkan atas prinsip efektivitas dan efesiensi. Tepat guna dan tepat sasaran didalam mencapai tujuan pengajaran.
2.      Program pengajaran yaitu harus sesuai dengan kurikulum dan kedalaman materi pelajaran yang akan disampaikan.
3.      Disesuaikan dengan situasi dan kondisi baik tempat atau ruangan maupun kondisi peserta didik.
4.      Kualitas teknik memenuhi syarat keselamatan penggunanya dan mudah untuk disempurnakan bila diperlukan dan tidak membahayakan penggunanya.

F.      MACAM-MACAM MEDIA PEMBELAJARAN

Ada beberapa media yang dapat digunakan dalam proses belajar mengajar. Media didasarkan dari cara melihat atau memandangnya dapat digolongkan sebagai berikut:
1.      Media Visual
Adalah media pengajaran yang dapat dilihat. Media visual dapat dikelompokan dalam beberapa kelompok, diantaranya yaitu :
a.      Media visual 2 dimensi tidak transparan. Misalnya: grafik, bagan, peta, poster, buku, komik, foto, makalah, diklat, majalah, karikatur, gambar dll.
b.      Media visual 2 dimensi papan. Contohnya : papan tulis, papan panel, papan magnet, white board, papan bulettin , papan karpet dll.
c.       Media visual 2 dimensi transparan. Misalnya : film slide, OPH/OHT, film strife, micro film.
d.      Media visual 3 dimensi. Contohnya : benda sesungguhnya, model, diorama, mock up, specimen.
2.      Media Audio
Adalah media yang dapat didengar oleh telinga. Adapun yang termasuk media audio adalah : Radio, Audio tape recorder, Alat musik modern/tradisional, CD Player, PH, Sound System, Telephone/HP.
3.      Media Audio Visual
Adalah media yang mempertunjukan gambar dan dapat mengeluarkan atau memperdengarkan suara. Contonnya yaitu : Televisi, Video Sistem, Sinema/Film, Komputer.

G.    PRINSIP-PRINSIP PEMILIHAN MEDIA PEMBELAJARAN

Prinsip-prinsip dalam mengunakan media pengajaran menurut Nana Sudjana adalah sebagai berikut :
1.      Menentukan jenis media pengajaran dengan tepat. Artinya, sebaiknya guru memilih terebih dahulu media manakah yang sesuai dengan tujuan dan bahan pelajaran yang diajarkan.
2.      Menetapkan atau mempertimbangkan subyek dengan tepat. Artinya, perlu diperhitungkan apakah penggunaan media pengajaran itu sesuai dengan tingkat kematangan /kemampuan anak didik.
3.      Menyajikan media pengajaran dengan tepat. Artinya, teknik dan metode penggunaan media dalam pengajaran harus sesuai dengan tujuan, bahan, metode, waktu dan sarana.
4.      Menempatkan atau memperlihatkan media pada waktu, tempat dan situasi yang tepat. Artinya, kapan dan dalam situasi mana pada waktu mengajar media digunakan. Tentu tidak setiap saat menggunakan media pengajaran, tanpa kepentingan yang jelas.

H.    FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI DALAM PEMILIHAN MEDIA PEMBELAJARAN

1.      Objektivitas. Media pengajaran dipilih bukan atas kesenangan dan kebutuhan guru, melainkan keperluan sistem belajar. Karena itu perlu masukan dari siswa.
2.      Program pengajaran. Program pengajaran yang akan disampaikan kepada anak didik harus sesuai dengan kurikulum yang berlaku, baik menyangkut isi, struktur maupun kedalamannya.
3.      Sasaran program. Media pengajaran yang akan digunakan harus dilihat kesesuaiannya dengan tingkat perkembangan anak didik, baik dari segi bahasa, symbol-simbol yang digunakan, cara dan kecepatan penyajian maupun waktu penggunaanya.
4.      Situasi dan kondisi. Yakni situasi dan kondisi sekolah atau tempat dan ruangan yang akan dipergunakan, baik ukuran, perlengkapan maupun ventlasinya, situasi serta  kondisi anak didik yang akan mengikuti pelajaran baik jumlah, motivasi dan kegairahannya.
5.      Kualitas teknik. Barangkali ada rekaman suara atau gambar-gambar dan alat-alat lainnya yang perlu penyempurnaan sebelum digunakan. Misalnya suara atau gambar yang kurang jelas, keadaannya telah rusak, ketidaksesuaian dengan alat yang lainnya.

I.       KETEPATAN PENGGUNAAN MEDIA PEMBELAJARAN 

Ketepatan penggunaan berkaitan dengan proses dan hasil yang dicapai. Ketepatan dalam penggunan media pengajaran berkaitan dengan pertanyaan, apakah dalam penggunaan media pengajaran tersebut informasi pengajaran dapat diserap oleh anak didik secara optimal dengan memperhitungkan resiko biaya dan tenaga seefisien mungkin. Boleh jadi ada media yang dipandang sangat efektif untuk mencapai suatu tujuan, namun proses pencapaiannya tidak efisien, baik dalam pengadaanya maupun dengan penggunaanya atau sebaliknya. Guru memiliki fungsi untuk mempertemukan media yang efektif sekaligus efisien atau sekurang-kurangnya menekan jarak diantara keduanya.

J.       KRITERIA PEMILIHAN MEDIA PEMBELAJARAN   

Nana Sudjana & Ahmad Rivai mngemukakan kriteria-kriteria sebagai berikut :
1.      Ketepatannya dengan tujuan pengajaran, artinya media pengajaran dipilih atas dasar tujuan-tujuan instruksional yang telah ditetapkan. Tujuan-tujuan instruksional yang berisikan unsur-unsur pemahaman, aplikasi, analisis, sistesis, biasanya lebih mungkin menggunakan media pengajaran.
2.      Dukungan terhadap isi bahan pengajaran, artinya bahan pengajaran yag sifatnya fakta, prinsip, konsep dan generalisasi sangat memerlukan bantuan media agar lebih mudah dipahami siswa.
3.      Kemudahan memperoleh media, artimya media yang diperlukan mudah diperoleh, setidak-tidaknya mudah dibuat oleh guru pada waktu mengajar. Media grafis umumnya mudah dibuat oleh guru tanpa biaya yang mahal, disamping sederhana dan praktis penggunannya.
4.      Keterampilan guru dalam menggunakan apapun jenis media yang diperlukan syarat utama adalah guru dapat menggunakannya dalam proses pengajaran. Nilai dan manfaat yang diharapkan bukan pada medianya, tetapi dampak dari penggunaannya dalam interaksi bagi siswa selama pengajaran berlagsung.
5.      Sesuai dengan taraf berpikir siswa, memilih media untuk pendidikan dan pengajaran harus sesuai dengan taraf berpikir siswa. Menyajikan grafik yang berisi data dan angka atau proporsi dalam bentuk gambar atau poster. Demikian juga dengan diagram yang menjelaskan alur hubungan suatu konsep atau prinsip hanya bias dilakukan bagi siswa yang telah memilih kadar berpikir yang tinggi.

K.    LANGKAH-LANGKAH MEMPERGUNAKAN MEDIA PEMBELAJARAN    

1.      Merumuskan tujuan pengajaran dengan memanfaatkan media pengajaran.
2.      Persiapan guru dengan cara memilih dan menetapkan media mana yang akan dimanfaatkan guna mencapai tujuan.
3.      Persiapan kelas. Anak didik dan kelas dipersiapkan sebelum pelajaran dengan bermedia dimulai. Guru harus dapat memotivasi mereka agar dapat menilai, menganalisis, menghayati pelajaran dengan menggunakan media pengajaran.
4.      Langkah penyajian pelajaran dan pemanfaatan media. Media diperlukan guru untuk membantu tugasnya menjelaskan bahan pelajaran.
5.      Langkah kegiatan belajar siswa. Pemanfaatan media oleh siswa sendiri dengan mempraktekkannya atau oleh guru langsung baik dikelas atau diluar kelas.
6.      Langkah evaluasi pengajaran. Sampai sejauh mana tujuan pengajaran tercapai, sekaligus dapat dinilai sejauh mana penggunaan media sebagai alat bantu dapat menunjang keberhasilan proses belajar siswa.
 
L.      EVALUASI TERHADAP MEDIA PEMBELAJARAN

Evaluasi terhadap media pengajaran adalah mengadakan penilaian terhadap media yang dipergunakan oleh pendidik untuk mencapai tujuan dari pengajaran yang efektif dan efisien. Yang tepat guna dan tepat sasaran sehingga dapat mencapai tujuan dari pengajaran yang berkualitas tinggi.
Untuk ini ada beberapa syarat :
1.      Harus memiliki cara/metode bagaimana menilai suatu media yang berguna untuk pengajaran.
2.      Mengenal, memperhatikan dan mengikuti cara kerja media /alat tersebut.
3.      Mengetahui betul tingkat pengertian peserta didik yang akan menggunakan peralatan /media tersebut.
4.      Mengetahui sumber-sumber informasi yang tepat untuk memberikan penilaian terhadap media tersebut.
5.      Mempunyai keterampilan untuk melakukan evaluasi. Sehingga mempunyai penilaian yang tepat.
Ada tiga langkah dalam melakukan evaluasi yaitu :
1.      Penilaian permulaan (prelaminarylafter sale).
Dengan mengajukan beberapa pertanyaan untuk penilaian yaitu :
a.      Apakah  dapat menarik perhatian peserta didik?
b.      Apakah memberi sesuatu yang baru dan memberikan  informasi yang penting?
c.       Apakah menimbulkan tingkah laku, keterampilan dan appresiasi?
d.      Apakah menyebabkan berpikir secara kritis?
e.       Apakah tercapai tujuan dengan lebih baik?
2.      Mencoba peralatan didalam penggunaan  (actual use).
3.      Mencatat hasil-hasil setelah dipakai (review).

BAB II
EFEKTIVITAS MEDIA PEMBELAJARAN DALAM PBM BIDANG STUDI BAHASA INGGRIS


A.    PENGANTAR

Sehubungan dengan tugas yang diberikan oleh dosen Deni Ahmad Zaelani, MM. dengan materi Efektivitas Penggunaan Media Pengajaran dalam proses belajar mengajar, maka saya melakukan observasi langsung ke Sekolah. Tujuan observasi ini untuk mengetahui seberapa efektif penggunaan media pengajaran dalam proses belajar mengajar.
Pada tanggal 29 nopember 2010, saya melakukan ujian Pretest dan Postest pada anak-anak didik kelas V di SD V Ciparay. Terbukti adanya peningkatan hasil belajar yang bisa dilihat dari jumlah nilai prestasi siswa.
Walaupun saya hanya memberikan model media pengajaran yang sederhana, yaitu berupa modul/tulisan yang berisi tentang percakapan antara dua dan tiga orang. Tapi yang paling penting adalah bagaimana kita menyajikannya sehingga anak didik tertarik dan mau memperhatikan materi yang kita berikan. Sehingga tujuan pembelajaran bisa tercapai, dengan melihat hasil nilai prestasi anak didik.

B.     EFEKTIVITAS MEDIA PEMBELAJARAN DALAM PBM BIDANG STUDI BAHASA INGGRIS

Pada saat saya melakukan percobaan Pretest dan Posttest pada anak SD V Ciparay, saya memberikan soal-soal Bidang Studi Bahasa Inggris. Kenapa saya menggunakan Soal-soal Bidang Studi Bahasa Inggris? Itu karena dulu basic pendidikan saya dari SMK Pariwisata Jurusan Perhotelan, sehingga banyak sekali diberikan materi pelajaran Bahasa Inggris dan saya teringat guru saya yang mengajar Bahasa inggris memberikan bahan pembelajaran dengan sangat menyenangkan dengan menggunakan metode dan media pembelajaran yang sangat menarik, sehingga dalam hati terbesit ingin menjadi seorang guru seperti beliau, yang cerdas dan pandai didalam menyajikan bahan pembelajaran.

Dalam memberikan Bahan Pembelajaran Bahasa Inggris, diperlukan kreativitas seorang guru dalam memilih media pengajaran yang bisa membuat anak-anak didik mau dan berani berbicara dalam Bahasa Inggris. Karena inti dari proses belajar bahasa khususnya Bahasa Inggris adalah bagaimana pengucapan atau lafadz serta intonasi cara berbicara misalnya dalam percakapan.

Maka saya memberikan modul tulisan percakapan dalam bahasa inggris sebagai media pembelajarannya. Diharapkan, dengan adanya modul tersebut anak-anak tinggal membacanya dan guru memberikan petunjuk atau membetulkan cara anak didik dalam mengucapkannya.

Cara yang saya lakukan dalam metode pembelajaran termasuk dalam kategori metode Demonstrasi yaitu metode mengajar dengan cara memperagakan barang, kejadian, aturan dan urutan melakukan suatu kegiatan, baik secara langsung maupun melalui penggunaan media pengajaran yang relevan dengan pokok bahasan yang sedang disajiakan.
Tujuan penggunaan metode ini dalam proses pembelajaran adalah untuk memperjelas pengertian konsep dan memperlihatkan cara melakukan sesuatu atau proses terjadinya sesuatu.

Atau bisa juga termasuk dalam kategori metode praktek yang artinya metode yang bertujuan supaya mendidik dengan memberika materi pendidikan baik menggunakan alat atau benda, eperti diperagakan, dengan harapan anak didik menjadi jelas dan mudah sekaligus dapat mempraktekkan materi yang di maksud.
Dan dengan modul yang dalam bentuk tulisan, maka saya juga memprakktekan metode pembelajaran dengan metode tulisan yang artinya mendidik dengan huruf atau symbol, yang merupakan hal yang penting dan merupakan jembatan untuk mengetahui segala sesuatu yang sebelumnya tidak di ketahui.

Lebih detail Efektivitasi Pengunaan Media Pembelajaran dalam PBM diantaranya adalah :
·  Menarik perhatian siswa.
·  Mambantu untuk mempercepat pemahaman dalam proses pembelajaran.
·  Memperjelas penyajian pesan agar tidak bersifat verbalistis  (dalam bentuk kata-kata tertulis atau lisan).
·  Mengatasi keterbatasan ruang.
·  Pembelajaran lebih komunikatif dan produktif.
·  Waktu pembelajaran bisa dikondisikan.
·  Menghilangkan kebosanan siswa dalam belajar.
·   Meningkatkan motivasi siswa dalam mempelajari sesuatu/menimbulkan gairah belajar.
·  Melayani gaya belajar siswa yang beraneka ragam.
·  Meningkatkan kadar keaktifan/keterlibatan siswa dalam kegiatan pembelajaran.

Bertolak dari uraian diatas, maka setelah saya mempraktekkannya, tenyata memang benar sekali bahwa dengan memilih media pembelajaran yang tepat maka bisa meningkatkan hasil prestasi siswa. Karena dengan media pembelajaran maka bisa menghasilkan proses pembelajaran yang Efektif dan Efisien, dalam mencapai tujuan pembelajaran.

C.     CONTOH MEDIA PEMBELAJARAN BIDANG STUDI BAHASA INGGRIS 
 
Media Pembelajaran dengan model tulisan dalam bentuk percakapan :


BAB III
HASIL NILAI PRETEST DAN  POST TEST

NAMA SISWA
PRETEST
POSTTEST
AGNAR
4
6
AGUS
7
9
AKSAN
5
6
DENI
4
6
RESA. A
4
7
RIPAL
2
3
RIKE
7
9
RONI. F
6
6
RIZKI
8
9
SENDI
5
7
SUSAN
4
8
TANTI. W
6
6
M. FAISAL
5
8
M.PEGI
5
8
MUFTI
8
9
VINA
1
5
WIDIANTI
7
10
YUSRIL
2
2

BAB IV
KESIMPULAN

Memang tidak dalam setiap proses interaksi pengajaran selalu dibutuhkan alat-alat ataupun media pengajaran , akan tetapi boleh dikatakan bahwa hampir dalam setiap proses pengajaran dibutuhkan sesuatu yang berfungsi sebagai alat bantu atau media untuk mempertinggi mutu dan efek komunikasi verbal yang lebih canggih dan modern.
Dengan begitu suasana belajar mengajar tidak monoton dan tidak membuat kebosanan.
Hal yang sangat diharapkan adalah dapat mencapai tujuan pengajaran yang berkualitas, efektif dan efisien. Tepat guna dan tepat sasaran.
Pendidik diusahakan bisa menggunakan komunikasi selain komunikasi verbal juga harus bisa menggunakan komunikasi Audio Visual. Walaupun tidak semua sekolah memiliki alat tersebut, tapi bisa juga menggunakan alat-alat atau media sederhana seperti peta, globe, gambar-gambar, lukisan, perkakas ilmu alam, atau bisa juga kita keluar kelas lalu bisa menggunakan alam sebagi media pengajaran.
Intinya penggunaan media pengajaran akan sangat memudahkan pendidik untuk memberikan materi pelajaran kepada peserta didik dengan lebih bervariasi.
Menurut Djamarah, dengan menggunakan alat bantu/ media pengajaran maka akan dapat meningkatkan :
1.      Kemampuan untuk meningkatkan persepsi.
2.      Kemampuan untuk meningkatkan pengertian.
3.      Kemampuan untuk meningkatkan transper (pengalihan) belajar.
4.      Kemampuan untuk memberikan penguatan (reinforcemen) atau pengetahuan hasil yang dicapai.
5.      Kemampuan untuk meningkatkan ingatan (retensi).  
Dapat disimpulkan bahwa media pengajaran sangat diperlukan didalam proses belajar mengajar agar dapat mencapai tujuan pengajaran yang bermutu dan tercapai prinsip-prinsip efektifitas dan efisiensi.


DAFTAR PUSTAKA

Drs. Darwin Syah, M. Pd dkk, 2007, Perencanaan Sistem Pengajaran PAI
Dani Ahmad Zaelani, 2010, Rangkuman Media Pembelajaran.
Team Didaktik Metodik kurikulum IKIP Surabaya, 1976, Pengantar Didaktik Metodik Kurikulum PBM
Prof. Pupuh Fathurrahman & M. Sobry Sutikno, M.Pd. , Strategi Belajar Mengajar Bandung, 2007.
























Tidak ada komentar:

Poskan Komentar